Friday, September 3, 2010

SOMA Keuskupan Tanjung Selor


School of Missionari Animators
Di Perbatasan

                Sesekali bolehkan mendengar kabar baik dari wilayah perbatasan di Utara Kalimantan Timur? Tentu bukan kabar tentang pelanggaran batas negara antara Indonesia dengan negara Jiran, Malaysia seperti yang sedang ramai menjadi pembicaraan publik saat ini. Tetapi kabar tentang kegiatan pembinaan terhadap para pendamping Serikat Kepausan Anak dan Remaja Missioner/Sekami yang biasa dikenal dengan School of Missionary Animators (SOMA) angkatan ke III Keuskupan Tanjung Selor.
                Kegiatan SOMA angkatan II Keuskupan Tanjung Selor Tahun 2010 dilaksanakan di Paroki St. Gabriel Nunukan, Kabupaten Nunukan pada tanggal 27-29 Agustus 2010. Nunukan adalah kabupaten paling utara di wilayah Provinsi Kalimantan Timur yang berbatasan langsung dengan negeri Jiran Malaysia, kecuali Apikayan, paroki-paroki lain yang tergabung dalam Keuskupan Tanjung Selor semuanya mengirim Animator-animatris untuk mengikuti kegiatan tersebut. sebagai gambaran, wilayah Keuskupan Tanjung Selor meliputi enam Kabupaten yaitu Kabupaten Berau, Nunukan, Tanah Tidung, Bulungan, Malinau dan Kotamadya Tarakan.
                Peserta menghuni ‘apartemen kilat’ di gedung SMP dan SMA Katolik St Gabriel Nunukan. Jumlah peserta kegiatan sebagaimana tertera pada daftar hadir sebanyak 125 prang. Paroki Berau mengirim 8 orang, Paroki Tanjung Selor 3 orang, Paroki Sekatak 3 orang, Paroki Malinau 1 orang, paroki Pulau Sapi 2 orang. Paroki Sebuku 3 orang, Paroki Segah 2 orang, Paroki Tarakan 3 orang, Paroki Mansalong 2 orang. Paroki Nunukan sebagai tuan rumah paling banyak menyertakan animator dan animatrisnya yakni 70% dari peserta. Animo tuan rumah sangat terasa. Bahkan stasi terjauh dari Paroki st. gabriel Nunukan yang hanya dapat ditempuh dengan pesawat yakni Stasi Krayan juga mengirim 2 animatrisnya.
                Para peserta SOMA angkatan III rata-rata berusia muda. Kebanyak diantaranya adalah aktifis gereja baik di Orang Muda Katolik, Misdinar maupun pengurus aktif lingkungan. Sehingga suasana kegiatan berlangsung seru dan penuh ide. Pada setiap sesi selalu diisi dengan yel-yel kreatif dan lagu-lagu Sekami untuk membangkitkan semangat.
                Fasilitator/narasumber SOMA Nunukan adalah Tim dari Karya Kepausan Indonesia Bironasional Yakni Pastor Romanus Imanuel Harjito, Ocarm, Yohana, dan Brigita. Mereka ditemani oleh Sr Jeanne Wure, SMSJ selaku Direktris KKI Keuskupan Tanjung Selor, seklaigus sebagai penanggungjawab kegiatan.
                Kedatangan para narasumber dan peserta SOMA pada tanggal 27 Agustus 2010 disapa dengan pengalungan selendang dan tarian Dayak. Alunan suara gong dan gendang seakan menghipnotis dua pemuda Dayak yang melenggak-lenggok penuh irama dan menabur aroma keindahan tarian pribumi. Hadir pada penjemputan narasumber adalah Pastor Paroki St. Gabriel Nunukan, Dewan paroki st. Gabriel Nunukan.
                Materi-materi SOMA adalah Makna Misi dan Misi Allah Tritunggal, Karya Kepausan, Spiritualitas Misioner, Dasar Keterlibatan awam, Tahap-tahap Perkembangan Anak dan Remaja, Kreativitas Doa dan bermain, Kerasulan Kitab Suci, Gerak dan Lagu, Bina Iman Anak dalam Keluarga, Alat peraga. Meteri mengenai alat peraga merupakan materi yang paling memakan waktu karena pada kesempatan itu para peserta diberi tanggungjawab untuk mengkreasi materi ke dalam bentuk alat peraga yang diambil dari bahan-bahan bekas yang ada di sekitar kita seperti kertas, daun-daun, karton, kulit semangka, telur dan sebagainya. Kegiatan ditutup dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Paroki Nunukan, P. Emanuel Nuwa, MSF. Dalam kotbahnya, P. Emanuel mengharap agar apa yang telah dipelajari berdama pada kegiatan SOMA tahun ini dapat menjadi inspirasi bagi semua animator-animatris untuk melaksanakan tugas pendampingan di paroki atau stasi masing-masing. Pastor Eman mengingatkan agar para animator-animatris dapat belajar rendah hati dan menjadi teladan dalam melaksanakan tugas pendampingan terhadap anak-anak sekami.
                Pada kesempatan yang sama, Direktur Nasional KKI, P. Romanus E. Harjito, Ocarm mengingatkan bahwa tugas misioner tidak hanya menjadi tanggungjawab kaum tertahbis tetapi juga seluruh umat, termasuk kaum awam. Para animator-animatris adalah para misionaris yang menjalankan tugas dan tanggungjawab khusus melakukan pendampingan terhadap anak-anak yang adalah calon pemimpin Gereja mada depan. Sr. M Bernada PRR selaku koordinator pelaksana panitia lokal merasa telah lunas terbayar semua jerih lelah yang dialami oleh semua panitia pelaksana karena kegiatan SOMA telah berlangsung dengan lancar dan sukses.

Blasius Lododai

No comments:

Post a Comment