Monday, January 31, 2011

January 31, 2011

Wawan Hati dan Evaluasi di Awal Tahun Bersama Dewan Pastoral Paroki Segah


Evaluasi adalah hal yang penting dalam penye-lenggaraan sebuah komunitas, demi terwujudnya kehidupan bersama yang lebih baik. Bertolak dari evaluasi pula sebuah progrim dapat disusun guna men-capai sasaran bersama. Menyadari akan pentingnya eva-luasi bersama maka pada tanggal 15 Januari 2011, ber-tempat di ruang tamu pastoran Hati Kudus Yesus Segah diadakan rapat dan evaluasi bersama. Peserta rapat ter-diri dari dewan pastoral Paroki, penasehat dewan pas-toral paroki, dewan Stasi/ Lingkungan, serta pengurus ke-lompok kategorial. Rapat ini dipimpin langsung oleh Pas-tor Paroki Hati Kudus Yesus Segah P. Stan Kuway MSC. Adapun sasaran yang hendak dicapai dalam per-temuan dan evaluasi ini adalah: Pertama, mempererat tali per-saudaraan dan saling mengenal satu sama lain sebagai pelayan-pelayan Tuhan; Kedua, mendengarkan pengalaman-pengalaman dan saling berbagi tentang suka duka dalam pelayanan dan pergumulan membangun umat di paroki ini; Ketiga, membahas dan mendiskusi-kan persoalan-persoalan pastoral yang sedang terjadi dan yang menjadi pergumulan para pengurus paroki dan stasi, baik persoalan fisik material maupun persoalan mental spiritual; Keempat, mengambil kesepakatan ber-sama melalui tindakan-tindakan atau kebijiakan pastoral yang dianggap perlu dan mendesak untuk mempererat kerjasama dan persaudaraan antar dewan pastoral dan pengurus stasi serta memperlancar komunikasi pastoral yang lebih efektif untuk penanganan persoalan-per-soalan dalam kehidupan umat.
Setiap perwakilan stasi secara antuasias melaporkan perkembangan umatnya. Ada yang menyampaikan tentang kabar gembira berupa kemajuan dan per-kembangan umat stasinya berupa antusiasme SEKAMI dan PPA yang sangat aktif dan mau terlibat dalam kegiatan bersama. Tak hanya itu anak-anak ini pun membawa serta pengaruh positif pembinaan iman ini dalam pergaulan mereka di tengah keluarga dan teman sebaya lewat sikap sopan-santun, rasa cinta dan rasa memiliki terhadap teman, berani tampil dan mempunyai kepercayaan diri.
Tetapi ada juga yang menyampaikan keprihatinannya terkait dengan fenomena berpindahnya beberapa anak muda ke gereja lain. Hal ini tentu menjadi keprihatinan bersama umat sehingga kedepannya diupayakan agar penanaman nilai-nilai kekatolikan dan rasa cinta akan Katolik lebih ditekankan lewat katekese tentang iman katolik dan pendidikan dalam keluarga. Dari berbagai evaluasi yang disampaikan stasi Long Laai bahkan dengan penuh semangat mendambakan seorang petugas pastoral khusus yang menetap di sana agar dapat melayani umat  di stasi Long Laai secara  kontinue dan intensif sehingga iman umat dapat ditumbuh kembangkan.
Pertemuan dan evaluasi ini juga menjadi kesempatan yang baik untuk mensosialisasikan pembuatan laporan keuangan oleh Sr. Angel PRR sebagai Bendahara Paroki. Diharapkan lewat sosialisasi ini para bendaharawan/wati terbantu dalam melaporkan keuang-an Paroki dan Stasi secara baik dan benar sehingga transparansi dan akun-tabilitas keungan Paroki dan stasi dapat terlaksana secara baik dan benar. Di akhir pertemuan ini juga dibicarakan tentang persiapan-persiapan menjelang perayaan Paskah. Hal ini dimaksudkan agar setiap stasi dapat mempersiap-kan perayaan Kebangkitan Tuhan secara baik sehingga perayaan ini sungguh-sungguh membawa berkah dan makna yang mendalam bagi setiap umat.
Selain beberapa agenda rapat yang dipaparkan di atas, kesempatan ini juga dipakai untuk memperkenalkan kepada umat paroki Hati Kudus Yesus Segah bahwa saat ini paroki yang tercinta ini mendapat bantuan seorang tenaga pastoral baru yakni Fr. Bobby Syawang MSC yang akan menjalani tahun pastoral di Paroki Hati Kudus Yesus Segah selama + satu tahun. Fr. Bobby datang ke Segah untuk belajar berpastoral dan hidup bersama dengan umat, sehingga diharapkan umat paroki semakin mencintai Hati Kudus Yesus. Rapat yang berjalan dengan apik dan penuh antusiasme ini akhirnya ditutup dengan doa dan berkat oleh pastor Paroki pada pukul 01.00.
Keesokan harinya Minggu tanggal 16 Januari 2011 pada pukul 09.00 bersama dengan umat pusat Paroki dan beberapa dewan pastoral paroki dan dewan stasi yang hadir, dirayakan misa syukur. Dalam kesempatan ini secara simbolik Fr. Bobby diterima secara resmi lewat penerimaan dan pemasangan topi adat oleh Bpk Yosef Hat Bedung yang mewakili dewan pastoral paroki dan semua umat yang berada di paroki Hati Kudus Yesus Segah. Mari kita semua mendukung dan menjaga panggilan frater selama bertahun pastoral di sini. Selamat datang dan selamat menjalankan tahun pastoral frater, semoga frater tetap bersemangat menjalani perutusan di Paroki Hati Kudus Yesus Segah sehingga semakin banyak orang yang terdorong untuk mengenal Yesus dan mencintai Hati Kudusnya.
Akhirnya semoga wawan hati dan evaluasi ini membawa dampak positif dan semangat baru dalam membangun paroki Hati Kudus Yesus Segah menjadi paroki yang punya semangat untuk menghidupi nilai-nilai Injili di tahun penuh rahmat ini dan tahun-tahun yang akan datang. Semoga… Ametur Ubique Terrarum Cor Iesu Sacratissimum in Aeternum


Fr. Bobby, MSC – P. Stan, MSC.
Frater dan Pastor yang berkarya
Di paroki Segah 


Sunday, January 30, 2011

January 30, 2011

Temu Pastores 2011




                Agenda rutin tahunan Keuskupan Tanjung Selor salah satunya Pertemu Pastores, pertemuan para pastor dan Ketua Komisi untuk membicarakan langkah pastoral keuskupan. Pertemuan Pastores ini dilakukan 2 kali setahun. Pada Rapat Pastores kali ini, 25-28 Januari 2011, arah pembicaraan dibingkai dengan tema: Katekese Dasar tentang Iman Katolik. Pesertanya meliputi: Bapak Uskup, 24 pastor, 2 frater Diakon; 2 frater, Pak G. Siswanto (ketua Komisi Kateketik) dan Sr. Jeane Wure SMSJ (Ketua KKI).  Seluruh paroki terwakili karena semua pastor paroki bisa menghadiri rapat pastores kali ini yang diselenggarakan di Rumah Bina Rohani ‘Emaus’ Tanjung Selor.
                Pada pengantar Bapak Uskup, Mgr. Harjo Susanto, MSF, memperkenalkan peserta yang baru kali ini menghadiri pastores. Mereka adalah:
1.       P. Martinus Suharyanto, Pr (Pastor Diosesan dari Keuskupan Agung Semarang) bertugas di Paroki St. Maria Imakulata Tarakan
2.       P. Jayeng Siswanto, MSF bertugas di paroki St. Petrus Mara I
3.       P. Albertus Kurniadi Siswo Sumarto, Pr (Pastor Diosesan dari Keuskupan Bogor) bertugas di Paroki St. Yoseph Dumaring.
4.       P. FX Wahyu Tri Wibowo, Pr (Pastor Diosesan dari Keuskupan Bandung) bertugas di Paroki St. Maria Bunda Karmel Mansalong.
5.       P. Antonius Sunarto, Pr (Pastor Diosesan dari Keuskupan Malang) bertugas di Paroki St. Paulus Tideng Pale.
6.       P. Gregorius Basir Karimanto, OMI bertugas di Paroki St. Stefanus Malinau
7.       Fr. Bobby Syawang MSC (Frater Tahun Orientasi Pastoral) bertugas di Paroki Hati Kudus Yesus Long Ayan, Segah.
Setelah memperkenalkan para pastor dan frater yang baru kali ini ikut dalam Rapat Pastores, Bapak Uskup menegaskan bahwa rapat Pastores merupakan kesempatan menegaskan bersama fokus pastoral keuskupan untuk tahun 2011 ini. Pada rapat pastores tahun lalu telah muncul tanda-tanda baik untuk fokus pastoral tahunan. Fokus pastoral tidak berarti perhatian hanya terfokus pada tahun ini atau bahkan meninggalkan  kegiatan pastoral yang lain, tetapi kegiatan pastoral yang lain masih harus tetap berjalan.
Dinamika Rapat Pastores kali ini didampingi oleh tim kecil yang sudah mempersiapkan alur proses rapat. Dinamikanya meliputi: 1) Evaluasi karya pastoral 2010; 2) Masukan SAKGI dan Sidang KWI 2010 beserta Evaluasi dari Komisi-komisi sebagai pengayaan untuk menemukan konteks pastoral; 3) Menentukan Tujuan bersama Karya Pastoral 2011; 4) Menentukan Langkah Strategis Pastoral tingkat Keuskupan, Dekanat dan Paroki.

Evaluasi Karya Pastoral 2010
                Dalam Evaluasi ditemukan beberapa masalah/keprihatinan dari pengalaman pastoral di paroki maupun komisi, yakni antara lain:
1.       Animator-animatris tidak mempraktekan materi yang didapatkan dalam pertemuan-pertemuan.
2.       Kebiasaan doa belum dipraktekkan dalam keluarga
3.       Karena hujan umat tidak datang ke gerej
4.       Banyak umat yang tidak langsung masuk ke gereja namun masih menunggu di luar Gereja dengan melakukan berbagai kegiatan yang tidak perlu seperti merokok dan bercerita
5.       Banyak umat yang tidak terlibat dalam kehidupan gereja karena masalah ekonomi.
6.       Pembabtisan secara tergesa-gesa (tidak ada pembinaan), langsung dibawa waktu misa
7.       Sulit kaderisasi karena jumlah minim dan yang terlibat itu-itu saja
8.       Adat istiadat lebih penting dari ketentuan gereja
9.       Kurang hormat pada Sakramen Maha Kudus
10.   Kurang pemahaman dan penghayatan dalam berliturgi
11.   Rendahnya tingkat pendidikan
12.   Pengurus Dewan Pastoral paroki kurang tahu alam pengajaran iman
Kumpulan masalah ini dikelompokkan oleh Bapak uskup dalam 4 gugus masalah. Yakni Gugus lahan, gugus Pelaku, gugus Sarana pendukung, serta gugus strategis. Gugus lahan dimaksudkan sebagai situasi yang dihadapi misalnya adanya perbedaan paham dalam adat istiadat dengan tradisi Iman Katolikada . Dalam gugus pelaku, diungkapkan bahwa sumber masalah karena pelakunya sediri, entah  karena kurang mampu atau karena alasan lain sehingga pelaku kurang berkembang dan aktif. Gugus sarana pendukung  dimaksudkan bahwa masalah muncul karena kurangnya prasarana yang ada. Dan gugus ke empat adalah gugus Strategis. Masalah timbul karena salah menentukan langkah strategis.

Tujuan Pastoral 2011
Berangkat dari permasalah/keprihatinan, dirumuskan tujuan karya pastoral 2011. Ada 2 tujuan yang dirumuskan dalam Rapat Pastores kali ini:
1.       Pada akhir tahun 2011, umat Keuskupan Tanjung Selor adalah umat yang memahami, berpartisipasi aktif dan khidmat dalam berliturgi
2.       Pada akhir tahun 2011, umat Keuskupan Tanjung Selor adalah umat yang saling melayani, bertanggungjawab, dan rela berkorban dalam hidup menggereja.
Kreteria keberhasilan dari tujuan pertam adalah sebagai berikut:
a.       Umat hadir dalam misa sebelum pelaksanaan perayaan liturgis dan pulang setelah berkat penutup (mengikuti misa secara utuh)
b.       Banyak umat yang hadir dalam misa
c.       Ada doa pribadi sebelum misa
d.       Umat menjawab sapaan dan ikut bernyanyi dalam perayaan Ekaristi
e.       Ada keheningan dalam gereja saat perayaan liturgi
f.        Umat mempraktikkan sikap liturgi secara benar
g.       Para petugas liturgi hadir 15 menit sebelum perayaan liturgi
h.       Sebagaian besar umat siap menjadi petugas lirturgi
Kreteria keberhasilan dari tujuan kedua adalah:
a.       Gedung dan lingkungan gereja bersih dan tertata rapi
b.       Umat lebih berpartisipasi dalam memberikan kolekte
c.       Semakin banyak umat yang berpartisipasi dalam pembinaan iman
d.       Umat mempunyai inisiatif menangani kegiatan gerejani.

Langkah Strategis Pastoral 2011
Untuk mencapai tujuan yang sudah terumuskan, ada tindakan strategis pastoral yang dijalankan baik tingkat keuskupan, dekanat maupun dalam tingkat paroki. Di tingkat Keuskupan, disepakati ada gerak bersama yakni:
1.       Lomba Cerdas-cermat Tentang Iman Katolik
Lomba ini dimulai di masing-masing paroki. Pemenang di paroki akan ditandingkan di tingkat keuskupan
2.       Pelatihan pemimpin ibadat, liturgi dan pemuka jemaat
Pelatihan ini berupa pemahaman dan praktik dalam berliturgi yang dijalankan di masing-masing paroki
3.       Menggandakan VCD Mane Nobiscum Domine
4.       Membuat Poster/stiker mengenai katekese dasar
Di tingkat Dekanat, ada juga gerak bersama sedekanat yang mau mewujudkan tujuan pastoral 2011. Dekanat Selatan merencanakan kegiatan:
a.       Pertemuan para petugas liturgi sedekanat selatan
b.       Melanjutkan pembinaan PPA
Dekanat Tengah merencanakan kegiatan:
a.       Pelatihan petugas liturgi
b.       Membuat stiker/poster katekese dasar
c.       Temu OMK di bulan Agustus
d.       Pembentukan PSE atau mengembangkan PSE yang sudah ada
Dekanat Utara merencanakan kegiatan:
a.       Mengadakan pelatihan petugas liturdi
b.       Pertemuan OMK