Sunday, January 30, 2011

Temu Pastores 2011




                Agenda rutin tahunan Keuskupan Tanjung Selor salah satunya Pertemu Pastores, pertemuan para pastor dan Ketua Komisi untuk membicarakan langkah pastoral keuskupan. Pertemuan Pastores ini dilakukan 2 kali setahun. Pada Rapat Pastores kali ini, 25-28 Januari 2011, arah pembicaraan dibingkai dengan tema: Katekese Dasar tentang Iman Katolik. Pesertanya meliputi: Bapak Uskup, 24 pastor, 2 frater Diakon; 2 frater, Pak G. Siswanto (ketua Komisi Kateketik) dan Sr. Jeane Wure SMSJ (Ketua KKI).  Seluruh paroki terwakili karena semua pastor paroki bisa menghadiri rapat pastores kali ini yang diselenggarakan di Rumah Bina Rohani ‘Emaus’ Tanjung Selor.
                Pada pengantar Bapak Uskup, Mgr. Harjo Susanto, MSF, memperkenalkan peserta yang baru kali ini menghadiri pastores. Mereka adalah:
1.       P. Martinus Suharyanto, Pr (Pastor Diosesan dari Keuskupan Agung Semarang) bertugas di Paroki St. Maria Imakulata Tarakan
2.       P. Jayeng Siswanto, MSF bertugas di paroki St. Petrus Mara I
3.       P. Albertus Kurniadi Siswo Sumarto, Pr (Pastor Diosesan dari Keuskupan Bogor) bertugas di Paroki St. Yoseph Dumaring.
4.       P. FX Wahyu Tri Wibowo, Pr (Pastor Diosesan dari Keuskupan Bandung) bertugas di Paroki St. Maria Bunda Karmel Mansalong.
5.       P. Antonius Sunarto, Pr (Pastor Diosesan dari Keuskupan Malang) bertugas di Paroki St. Paulus Tideng Pale.
6.       P. Gregorius Basir Karimanto, OMI bertugas di Paroki St. Stefanus Malinau
7.       Fr. Bobby Syawang MSC (Frater Tahun Orientasi Pastoral) bertugas di Paroki Hati Kudus Yesus Long Ayan, Segah.
Setelah memperkenalkan para pastor dan frater yang baru kali ini ikut dalam Rapat Pastores, Bapak Uskup menegaskan bahwa rapat Pastores merupakan kesempatan menegaskan bersama fokus pastoral keuskupan untuk tahun 2011 ini. Pada rapat pastores tahun lalu telah muncul tanda-tanda baik untuk fokus pastoral tahunan. Fokus pastoral tidak berarti perhatian hanya terfokus pada tahun ini atau bahkan meninggalkan  kegiatan pastoral yang lain, tetapi kegiatan pastoral yang lain masih harus tetap berjalan.
Dinamika Rapat Pastores kali ini didampingi oleh tim kecil yang sudah mempersiapkan alur proses rapat. Dinamikanya meliputi: 1) Evaluasi karya pastoral 2010; 2) Masukan SAKGI dan Sidang KWI 2010 beserta Evaluasi dari Komisi-komisi sebagai pengayaan untuk menemukan konteks pastoral; 3) Menentukan Tujuan bersama Karya Pastoral 2011; 4) Menentukan Langkah Strategis Pastoral tingkat Keuskupan, Dekanat dan Paroki.

Evaluasi Karya Pastoral 2010
                Dalam Evaluasi ditemukan beberapa masalah/keprihatinan dari pengalaman pastoral di paroki maupun komisi, yakni antara lain:
1.       Animator-animatris tidak mempraktekan materi yang didapatkan dalam pertemuan-pertemuan.
2.       Kebiasaan doa belum dipraktekkan dalam keluarga
3.       Karena hujan umat tidak datang ke gerej
4.       Banyak umat yang tidak langsung masuk ke gereja namun masih menunggu di luar Gereja dengan melakukan berbagai kegiatan yang tidak perlu seperti merokok dan bercerita
5.       Banyak umat yang tidak terlibat dalam kehidupan gereja karena masalah ekonomi.
6.       Pembabtisan secara tergesa-gesa (tidak ada pembinaan), langsung dibawa waktu misa
7.       Sulit kaderisasi karena jumlah minim dan yang terlibat itu-itu saja
8.       Adat istiadat lebih penting dari ketentuan gereja
9.       Kurang hormat pada Sakramen Maha Kudus
10.   Kurang pemahaman dan penghayatan dalam berliturgi
11.   Rendahnya tingkat pendidikan
12.   Pengurus Dewan Pastoral paroki kurang tahu alam pengajaran iman
Kumpulan masalah ini dikelompokkan oleh Bapak uskup dalam 4 gugus masalah. Yakni Gugus lahan, gugus Pelaku, gugus Sarana pendukung, serta gugus strategis. Gugus lahan dimaksudkan sebagai situasi yang dihadapi misalnya adanya perbedaan paham dalam adat istiadat dengan tradisi Iman Katolikada . Dalam gugus pelaku, diungkapkan bahwa sumber masalah karena pelakunya sediri, entah  karena kurang mampu atau karena alasan lain sehingga pelaku kurang berkembang dan aktif. Gugus sarana pendukung  dimaksudkan bahwa masalah muncul karena kurangnya prasarana yang ada. Dan gugus ke empat adalah gugus Strategis. Masalah timbul karena salah menentukan langkah strategis.

Tujuan Pastoral 2011
Berangkat dari permasalah/keprihatinan, dirumuskan tujuan karya pastoral 2011. Ada 2 tujuan yang dirumuskan dalam Rapat Pastores kali ini:
1.       Pada akhir tahun 2011, umat Keuskupan Tanjung Selor adalah umat yang memahami, berpartisipasi aktif dan khidmat dalam berliturgi
2.       Pada akhir tahun 2011, umat Keuskupan Tanjung Selor adalah umat yang saling melayani, bertanggungjawab, dan rela berkorban dalam hidup menggereja.
Kreteria keberhasilan dari tujuan pertam adalah sebagai berikut:
a.       Umat hadir dalam misa sebelum pelaksanaan perayaan liturgis dan pulang setelah berkat penutup (mengikuti misa secara utuh)
b.       Banyak umat yang hadir dalam misa
c.       Ada doa pribadi sebelum misa
d.       Umat menjawab sapaan dan ikut bernyanyi dalam perayaan Ekaristi
e.       Ada keheningan dalam gereja saat perayaan liturgi
f.        Umat mempraktikkan sikap liturgi secara benar
g.       Para petugas liturgi hadir 15 menit sebelum perayaan liturgi
h.       Sebagaian besar umat siap menjadi petugas lirturgi
Kreteria keberhasilan dari tujuan kedua adalah:
a.       Gedung dan lingkungan gereja bersih dan tertata rapi
b.       Umat lebih berpartisipasi dalam memberikan kolekte
c.       Semakin banyak umat yang berpartisipasi dalam pembinaan iman
d.       Umat mempunyai inisiatif menangani kegiatan gerejani.

Langkah Strategis Pastoral 2011
Untuk mencapai tujuan yang sudah terumuskan, ada tindakan strategis pastoral yang dijalankan baik tingkat keuskupan, dekanat maupun dalam tingkat paroki. Di tingkat Keuskupan, disepakati ada gerak bersama yakni:
1.       Lomba Cerdas-cermat Tentang Iman Katolik
Lomba ini dimulai di masing-masing paroki. Pemenang di paroki akan ditandingkan di tingkat keuskupan
2.       Pelatihan pemimpin ibadat, liturgi dan pemuka jemaat
Pelatihan ini berupa pemahaman dan praktik dalam berliturgi yang dijalankan di masing-masing paroki
3.       Menggandakan VCD Mane Nobiscum Domine
4.       Membuat Poster/stiker mengenai katekese dasar
Di tingkat Dekanat, ada juga gerak bersama sedekanat yang mau mewujudkan tujuan pastoral 2011. Dekanat Selatan merencanakan kegiatan:
a.       Pertemuan para petugas liturgi sedekanat selatan
b.       Melanjutkan pembinaan PPA
Dekanat Tengah merencanakan kegiatan:
a.       Pelatihan petugas liturgi
b.       Membuat stiker/poster katekese dasar
c.       Temu OMK di bulan Agustus
d.       Pembentukan PSE atau mengembangkan PSE yang sudah ada
Dekanat Utara merencanakan kegiatan:
a.       Mengadakan pelatihan petugas liturdi
b.       Pertemuan OMK


No comments:

Post a Comment