Tuesday, February 22, 2011

Pelatihan Jurnaliastik KOMSOS Keuskupan Tanjung Selor


Ada 47 orang peserta yang meng-kuti Pelatihan Jur-nalistik. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Komisi Kom-sos Keuskupan Tan-jung Selor pada tanggal 26-27 Fe-bruari 2011. Mere-ka berasal dari 10 paroki dari 14 paro-ki yang ada di Keus-kupan Tanjung Se-lor. Pelatihan Jur-nalistik tersebut dimaksudkan untuk membangun jaring-an komunikasi antar paroki se-Keukupan Tanjung Selor dan meningkatkan kapasitas kemampuan jurnalistik peserta.

Dalam Pelatihan Jurnalistik kali ini ada tiga materi yang diberikan pada peserta, yakni penulisan, foster dan penyiaran.  Dengan tiga materi tersebut , peserta pelatih-an minimal dikenalkan bagaimana proses menyampaikan informasi bisa dijalankan. Proses penyampaian informasi dalam kegiatan Gereja bisa menjadi sarana katekese.
Saat penulisan, peserta diingatkan hal pokok yang harus ada dalam berita yang dikenal dengan 5W + 1 H (What, Who, Where, When dan Why + How). 5W + 1 H ini juga diterapkan dalam pembuatan foster dengan penambahan visualisasi gambar dan sedikit kata-kata.
Materi penyiaran bukan dimaksudkan sebagai wadah mendidik peserta menjadi penyiar. Materi ini hanya se-bagai pengenalan salah satu media yang dimiliki oleh Ke-uskupan. Penyedaran ini diharapkan menarik sebagian pe-serta untuk terlibat lebih aktif di Radio Keuskupan.
Dalam pelatihan ini lebih ditekankan penulisan Sejarah Keuskupan yang direncanakan selesai akhir tahun 2011. Adapun gambaran buku sejarah yang mau dibuat adalah sebagai berikut:
1.Keterlibatan dan Visioner Keuskupan
- Gambaran umum menge-nai Keuskupan Tanjung Selor. Mapping ini melukis-kan kondisi geografis secara global.
- Gambaran kondisi sosial budaya dan ekonomi. Pa-paran mengenai macam budaya yang hidup di wilayah keuskupan. Sebisa mungkin juga dijelaskan karakter masing-masing budaya yang ada. Sorotan ekonomi lebih menggambarkan matapencarian yang ada di wiliayah keuskupan ini.
- Gambaran eklosiologis (gambaran hidup menggereja). Secara umum bisa dilukiskan bagaimana suasana pastoral baik pelayanan pastoral maupun dinamika hidup menggereja secara umum di keuskupan
- Kebijakan pastoral yang pernah dirumuskan (Visi dan misi keuskupan)
- Refleksi Bapa Uskup dalam terlibat dan menggagas keuskupan Tanjung Selor selama 10 tahun dan ditambahkan visioner Bapa Uskup sebagai suara nabi di Keuskupan Tanjung Selor
2. Jejak Langkah Paroki
Bagian ini mengisahkan karya hidup menggereja di 14 paroki yang ada. Tawaran kerangka dalam menuliskan hidup menggereja paroki:
- Sejarah berdirinya (disertaikan SK penetapan sebagai paroki); tokoh yang berperan penting dalam. Ada foto Gereja dalam perkembangan
- Gambaran paroki: Letak dan batas wilayah paroki, Jumlah umat, Stasi yang ada disertai foto gedung gereja dan gambar tentang umat (budaya, sosial ekonomi, hidup menggereja), Tenaga pastoral yang pernah dan sedang terlibat dalam hidup menggereja.
- Kegiatan Gereja yang melibatkan umat bahkan umat lain yang dilakukan, dikenang dan dirindukan umat selama 10 tahun terakhir ini
3. Cerita-cerita pengalaman Pastoral di Keuskupan Tanjung Selor
Pengalaman-pengalaman pastoral unik dan lucu bisa menjadi inspirasi dalam pastoral berikutnya. Pastor, suster, frater atau umat bisa menyumbangkan tulisan mereka.
Semoga dengan pelatihan ini apa yang menjadi harapan KOMSOS  dapat tercapai. Mari kita terlibat.

MoEd


No comments:

Post a Comment