Tuesday, February 1, 2011

Rapat Pleno Dewan Pastoral Paroki Katedral



Agenda rutin tahun Dewan Pastoral Paroki adalah rapat Pleno. Rapat Peno kali ini diadakan di Rumah Bina Rohani Emaus Tanjung Selor pada tanggal 19-20 Februari 2011. Dalam Rapat Pleno kali ini, tidak semua  seksi dan pengurus stasi bisa hadir. Dari 9 stasi, ada 6 stasi yang bisa terlibat. Lingkungan pun juga tidak lengkap. 3 lingkungan dapat terlibat sedangkan 1 lingkungan ketua tidak dapat hadir tetapi ada perwakilannya. Ketidaklengkapan peserta rapat tidak menyurutkan semangat untuk mengevaluasi dan merencanakan program kerja paroki.
Setelah regrestrasi, rapat langsung dimulai. Pukul 17.15, Pastor Andita, MSF, pastor kepala Paroki Tanjung Selor, membuka rapat. Pada sesi pertama, masing-masing seksi dan ketua stasi dan lingkungan melaporkan kegiatan yang dilaksankan pada tahun 2010. Selain itu juga menyampaikan data statistik mereka. Statistik ini melaporkan mengenai penambahan dan pengurangan jumlah umat dengan alasan mengapa bertambah atau berkurang. Di samping itu, juga dilaporkan jumlah tenaga pastoral yang ada. Dari laporan yang ada sebagian program kerja berjalan dengan baik. Hanya saja keterlibatan umat dalam pelaksanaan program kerja kurang. Hal ini disinyalir karena kurang adanya komunikasi atar pengurus dan antar umat. Sapaan pada umat oleh pengurus sangat dirindukan untuk dapat meningkatkan keterlibatan umat dalam hidup menggereja.
Pada kesempatan rapat Pleno ini juga disampaikan hasil dari pastores bulan Januari 2011. Hasil Rapat KWI 2010 dan SAGKI 2010 disampaikan. Terlebih pentingnya katekese dalam pastoral pada umat menjadi penekanan dalam sosialisasi hasil pastores. Pemahaman umat dalam kehidupan beriman masih dirasa kurang. Kurang pemahaman dalam hidup beriman ini menyebabkan keterlibatan dalam liturgi dan hidup menggereja kurang. Sesuai hasil pastores tahun ini, tujuan keuskpan Tanjung selor lebih memperhatiakan bagaimana umat memahami, berpartisipasi aktif dan kidmat dalam berliturgi dan bagaimana suasana saling melayani dan kerelaan berkorban ditingkatkan. Tujuan keuskupan ini kiranya menjadi acuan menanggapi masalah karya pastoral di kalangan umat. Umat yang kurang aktif dalam hidup menggereja.
Dana Insentif dari pemerintah menjadi sorotan yang hangat dalam rapat pleno kali ini. Dana insentif ini sudah memunculkan masalah dalam karya pastoral. Ada umat yang seharusnya mendapat tidak mendapatnya dan sebaliknya yang seharusnya tidak mendapat justru mendapat. Dalam rapat ini ada wacana bagaimana kalau dana insentif dihapuskan saja. Tetapi, beberapa peserta rapat tidak menyetujuinya. Supaya tidak terjadi masalah lagi perlu ditertibkan siapa yang bisa menerima dana insentif dan juga pelaku perekrutan mengetahui siapa orang yang ditetapkan mendapatkan dana tersebut. pembicaraan ini tidak dapat mencapai keputusan mengenai sikap terhadap dana insentif.
Selainpembahasan permasalahan pastoral, rapat juga memunculkan program kerja yang bisa mewujudkan tujuan karya pastoral keuskupan. Sebagaian besar stasi yang  hadir memprogramkan pemberesan keluarga yang belum syah pernikahan secara hukum gereja. Dewan harian paroki menjadwalkan adanya kunjungan umat lingkungan dan umat stasi. Kunjungan yang menjadi kerinduan umat ditanggapi dalam program kerja tahun 2011. Dalam program kerja ini diusahakan semangat pelayanan sebagai wujud kerelaan melayani dan berkorban semakin dapat dinyatakan dan dirasakan banyak umat.

Salam
MoEd


No comments:

Post a Comment