Saturday, April 30, 2011

Gotong Royong di Paroki TIdeng Pale

Hari minggu, 20 Maret 2011, mulai pukul 15.00 WIB, satu persatu anak-anak, orang muda dan tua mendatangi Gereja Paroki Santo Paulus Tideng Pale (GPSPTP). Beberapa diantara mereka dengan mantab datang lengkap dengan parang di tangan.
Eitz.... tunggu dulu! Jangan buru-buru ambil kesimpulan! Tenang! Mereka tidak mau berperang. Karena ternyata selain parang yang mereka bawa, beberapa dari mereka juga membawa sapu, kain pel, mesin pemotong rumput, dan alat kebersihan lainnya. Ya, mereka umat dari sekitaran GPSPTP yang akan bahu membahu merapihkan gereja dan sekitarnya.
Tanpa pandang umur dan jenis kelamin, semua orang turun tangan. Ada yang memotong rumput, menyapu, mengepel, mengelap kaca, sekedar berbincang-bincang dan ada juga yang berlarian atau bermain dengan teman sebaya. Sungguh pemandangan yang jarang terlihat namun menggambarkan adanya kebersamaan dan kepedulian satu dengan yang lain.
Usut punya usut, kegiatan ini berawal dari keprihatinan pada kondisi gereja yang nampak tak terurus. Hal ini disampaikan oleh P. Antonius Sunarto, Pr. dalam pengumuman setelah perayaan Ekaristi pagi hari pada hari tersebut. Dalam sesi yang sama, P. Anton, demikian beliau akrab disapa, mengajak seluruh umat untuk bersama-sama merapihkan gereja.
Ajakan ini membuahkan hasil. Hanya dalam 3 jam setelah ajakan tersebut direalisir, GPSPTP berubah kenampakannya. Gereja yang semula terkesan tak terurus menjadi bersih dan rapi, dan menimbulkan rasa krasan bagi yang berada di sekitarnya. Kesan ini tentu saja sulit terwujud jika tidak ada kerjasama antarumat itu sendiri.
Rupa-rupanya, kegiatan ini bukan pertama kalinya diselenggarakan di GPSPTP pada bulan Maret. Seminggu sebelumnya, 13 Maret 2011, beberapa umat juga telah melakukan kegiatan serupa di jalur Jalan Salib di gereja tersebut. Secara keseluruhan, kedua kegiatan ini dilakukan untuk persiapan menyambut perayaan Kebangkitan Kristus pada Hari Paskah nanti.
Apabila kita mengingat hasil Rapat Pastores Januari 2011, kegiatan yang memerlukan kerjasama ini senada dengan salah satu tujuan karya pastoral 2011 di Keuskupan Tanjung Selor, yaitu kesediaan untuk saling melayani bertanggung jawab dan rela berkorban.
Semoga kebersamaan yang membuahkan hasil yang baik ini menjadi awal kebersamaan-kebersamaan selanjutnya, sehingga semakin banyaklah kebaikan yang dihasilkan dari kebersamaan tersebut. *~Ska~

No comments:

Post a Comment