Thursday, May 19, 2011

Mgr. Harjosusanto, MSF Mentahbiskan 1 Imam Diosesan Keuskupan Tanjung Selor


17 Mei 2011 merupakan hari bersejarah bagi Keuskupan Tanjung Selor. Pada tanggal ini bertambah satu imam diosesan, yakni Pastor Silvester Wengi Lasar, Pr.Sekarang imam Dio-sesan Keuskupan Tanjung Selor menjadi 5 orang. Tahbisan kali ini dipimpin oleh Mgr Yustinus Harjo-susanto, MSF, Uskup Keuskupan Tanjung Se-lor yang terlaksana di Gereja Katedral Tanjung Selor.
      Perayaan Tahbisan dimulai dengan konvoi umat stasi St, Mikael Jelarai, tempat asal Pas-tor Silvester, Pr, me-nuju ke Gereja Katedral yang berjarak 12 km. Perarakan ini diiringi dengan tarian Maumere karena pas-tor yang ditahbiskan berasal dari Timor, Lembata. Perarakan berhenti di jl. Haji Maskhur, 500 m dari Gereja Katedral. Perarakan ini disambut dengan tarian Dayak. Tarian ini menyim-bolkan penyerahan keluarga kepada Keuskupan. Rombongan keluarga diterima oleh Bapak Uskup di gedung gereja lama (Saat ini Gereja Katedral Tanjung Selor baru membangun gedung Gereja). Setelah Diakon diterima Mgr. Harjosusanto, MSF, perarakan dilanjutkan dari gereja lama (Aula) menuju gereja baru. Perara-kan diiringi dengan tarian dayak. Anak-anak sekami, ibu-ibu paroki dan para OMK ter-libat di dalamnya. Perarakan membutuh-kan 20 menit sendiri karena jalannya lambat dan diarak melalui jalan umum.
Perayaan Tahbisan berjalan dengan lancar dan kidmat. Tema Perayaan Tahbisan adalah 'Celakalah aku jika tidak memberitakan Injil'. Pastor baru mau mengobarkan semangat Rasul Paulus dalam mewartakan In-jil kabar gembira Tu-han. Tema ini diteguhkan oleh keteladan Yesus sebagai Gem-bala yang baik. Santo Yohanes menggambarkan Yesus sebagai Gembala baik (Yoh 10). Mgr. Harjo merefleksikan mengapa para pendahulu Yesus disebut pe-rampok? Mereka disebut perampok ka-rena mereka tidak melayani sebagai gembala tetapi justru me-manfaatkan kedudukan, jabatan dan situasi untuk memperkaya diri. 'merampok' orang yang harusnya dilayani. Refleksi Bapak Uskup ini mau menekankan kerelaan berkorban yang diteladankan Ye-sus dan juga Rasul Paulus. Harapannya Pas-tor tertabis bisa melanjutkan keteladan tersebut dalam per-jalanan hidup imamat.

Dalam Perayaan Tahbisan ini, dihadiri dengan 1200 orang lebih. Hal ini terpantau dari 1200 yang disediakan kurang. Mereka berasal dari umat paroki setempat dan umat 13 paroki yang lain.Imam yang hadir ada 21 pastor. Para pastor OMI tidak bisa hadir karena baru mengikuti Kapitel di jawa.
Setelah Perayaan Ekaristi Tahbisan, acara dilanjutkan ramah tamah. Dalam acara ini diundang warga sekitar gereja, muspida dan tokoh umat agama lain diundang. Sebagian undangan non-Katolik ada yang ikut acara sejak awal karena mereka ingin mengetahui bagaimana tahbisan dilaksanakan. Salah satunya adalah Wakil Bupati yang mengikuti acara dari awal perayaan. Dalam perayaan ramah tamah ini, ada tampilan kesenian daerah. Ada tarian dari Timor (Maumere), Tarian Gong Dayak Brusu, Tarian Tunggal Dayak (kayan), Tarian Dayak Gerak sama, Tarian Perang Dayak dan tampilan nyanyian dari anak sekami.


MoEd



No comments:

Post a Comment