Tuesday, July 12, 2011

VIRUS ANTIOKH MENYEBAR DI TIDENG PALE!!!



ANTIOKH??? FOCUS, SPIRIT, HAPPY…..!Demikian yel-yel/seruan semangat dari sekelompok Orang Muda Katolik (OMK) yang mengikuti Week End I Antiokhia (WEA) di Tideng Pale. Sontak, gemuruh suara tersebut membuat aula Gereja Paroki Santo Paulus Tideng Pale (GPSPTP) yang semula sepi menjadi penuh antusias. Canggung, malas, mengantuk sekilas memang tergambar di wajah peserta, namun virus semangat luar biasa dari Team Antiokh-Tarakan dengan cepat menular dan mampu mengajak peserta untuk lebih fokus, bersemangat dan bergembira seperti seruan semangat tersebut.
Team Antiokh yang terdiri dari 17 orang ini sengaja di undang untuk menularkan virus semangatnya kepada kaum muda dalam mengembangkan kasih Yesus dan Gereja-Nya. “Selama saya mendampingi kaum muda dalam pelayanan saya sebelumnya (di Tarakan - Red), Antiokhia ini sangat sesuai dengan jiwa kaum muda usia SMP-SMA” terang Stephanus Sumardi Pr disela-sela makan siang. “Kelompok ini memanfaatkan kesebayaannya dalam kegiatan pembinaan, sehingga mampu memberikan suasana lebih akrab, senasib dan sepenanggungan”, tambah Pastor/Romo yang akrab dipanggil Pastor/Romo Steph.
“Semula kami perkirakan jumlah peserta yang hadir sekitar 30-an orang, tetapi luar biasa animo OMK di sini, sehingga sampai hari ini (Jumat, 17 Juni 2011-Red), ada 53 peserta yang hadir. Pesertanya pun tidak hanya dari Paroki Tideng Pale, tetapi juga dari paroki-paroki sekitarnya, seperti: Tanjung Selor, Sekatak, Malinau dan Tarakan” jelas Fransiskus Dopek, mahasiswa Keguruan Semester  IV Universitas Borneo yang juga merupakan anggota Team Antiokh.
Di sela-sela kesibukannya sebagai seksi acara, Wira Vera Wati atau sering dipanggil Wira memberikan gambaran kegiatan WEA secara keseluruhan, yang antara lain berisi mengenai Sharing/berbagi pengalaman pribadi, dinamika kelompok, permainan, renungan, dan gerak dan lagu. “Rangkaian acara ini kami kemas sedemikian rupa, agar menjadi kegiatan yang menyenangkan namun tetap bermanfaat bagi Antiokers (sebutan bagi peserta WEA - Red)” jelasnya.
Pengalaman Golfridus Nongfrid atau sering dipanggil Fridus, Antiokers dari Paroki Skatak, misalnya. Menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan sejak hari Jumat sampai Minggu, 17-19 Juni 2011 ini membuatnya semakin percaya diri. “Beruntung saya mengikuti kegiatan ini, karena saya jadi lebih berani untuk berbicara, presentasi dan doa di depan umum” jelasnya. Veronika Sulbiah, Antiokers dari Paroki Tideng Pale, mempunyai pendapat lain. Baginya kegiatan ini menjadi ajang untuk menjalin relasi dengan OMK dari paroki dan stasi lain. “Yang pasti dari pengalaman ini saya mengenal lebih banyak karakter orang, belajar lebih mengerti, memahami, berbagi dan melayani teman lain; karena disini, saya bertemu banyak teman baru dan lama serta tinggal bersama-sama dengan mereka” akunya. “Pokoknya banyak lah pengalaman yang saya dapat! Rugi kalo ngga ikut!!!” tambah gadis imut yang sering dipanggil Veronika ini sambil tersenyum semringah.
Ditanya mengenai harapannya, Fridus mengatakan “Kalo menurut saya, sebaiknya kegiatan ini tidak hanya berhenti sampai disini, sehingga lebih bayak orang beruntung yang bisa merasakan seperti saya!”. Veronika menyambung “Saya harap orang tua saya bangga karena saya ikut terlibat di acara kegerejaan seperti ini”. Dan tidak kalah pentingnya, semoga virus semangat yang ditularkan melalui kegiatan ini menjadi benih diwartakannya kecintaan kaum muda kepada Yusus dan Gereja-Nya.

Hemm…….!!! Kalau begini efek samping tertular virus semangat mengikuti WEA; Hayooooo…., siapa yang ngga pengen tertular virus semangat WEA selanjutnya??? *~Ska~


Salam Lestari
~Sukma~



No comments:

Post a Comment