Tuesday, May 3, 2016

Rasul Belas Kasih

KTS - Rasul Belas KasihDalam bulla misericordiae vultus, Bapa Suci Fransiskus mengajak kita terus-menerus merenungkan misteri kerahiman. Yesus menegaskan bahwa kerahiman bukan hanya suatu tindakan Bapa, ia menjadi sebuah kriteria untuk memastikan siapa anak-anak-Nya yang sejati.



Kita dipanggil untuk menunjukkan kerahiman karena kerahiman pertama-tama telah ditampilkan kepada kita. Mengampuni pelanggaran-pelanggaran menjadi ungkapan yang paling jelas dari kasih yang penuh kerahiman, dan bagi kita orang-orang Kristiani ia sangat penting yang daripadanya kita tidak bisa memaafkan diri kita sendiri. Kadang-kadang betapa sulit tampaknya mengampuni!

Pengampunan adalah alat yang ditempatkan ke dalam tangan kita yang rapuh untuk mendapatkan ketenangan hati. Melepas amarah, murka, kekerasan, dan balas dendam adalah kondisi-kondisi yang diperlukan untuk hidup dengan penuh sukacita. Karena itu marilah kita mengindahkan nasihat Rasul Paulus : “Janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu” (Ef 4:26).

Kerahiman merupakan dasar dari kehidupan Gereja. Seluruh kegiatan pastoralnya harus terjebak dalam kelembutan yang dihadirkannya bagi orang-orang percaya; tidak ada dalam pewartaannya dan dalam kesaksiannya kepada dunia dapat kurang dalam kerahiman. Kredibilitas Gereja terlihat dalam bagaimana ia menunjukkan kasih yang penuh kerahiman dan berbelas kasihan. Gereja “memiliki sebuah keinginan tak berujung untuk menunjukkan kerahiman”. 

Dalam Tahun Suci ini, kita mengharapkan pengalaman membuka hati kita untuk mereka yang tinggal di pinggiran terluar masyarakat : pinggiran masyarakat modern itu sendiri menciptakan. Berapa banyak situasi yang tidak pasti dan menyakitkan ada di dunia saat ini! Janganlah kita jatuh ke dalam ketidakpedulian yang memalukan atau rutinitas yang monoton yang mencegah kita untuk menemukan apa yang baru!

Mari kita menangkal sinisme yang merusak! Marilah kita membuka mata kita dan melihat penderitaan dunia, luka-luka saudara dan saudari kita yang diingkari martabat mereka, dan marilah kita menyadari bahwa kita didorong untuk mengindahkan jeritan mereka dengan pertolongan! Semoga kita menjangkau mereka dan mendukung mereka sehingga mereka dapat merasakan kehangatan kehadiran kita, persahabatan kita, dan persaudaraan kita!

Marilah kita menemukan kembali karya-karya jasmani kerahiman dan karya rohani keramian : memberi makan orang yang lapar, memberi minum kepada orang yang haus, memberi pakaian orang yang telanjang; menasehati orang yang bimbang, mengajari orang bebal, menegur orang-orang berdosa, menghibur orang yang menderita, mengampuni kesalahan, menanggung dengan sabar mereka yang berbuat jahat kepada kita, dan mendoakan orang yang hidup dan yang mati.

Semoga pesan kerahiman menjangkau semua orang, dan semoga tidak ada yang tidak mempedulikan panggilan untuk menghalami kerahiman. 



No comments:

Post a Comment