Sunday, June 3, 2018

June 03, 2018

THEME SONG JAMNAS SEKAMI KEUSKUPAN TANJUNG SELOR 2018, BERBAGI SUKACITA INJIL DALAM KEBHINNEKAAN BY KORY

BERBAGI SUKACITA INJIL DALAM KEBHINNEKAAN
CIPT./ARR.: KORY





HEI YA WEYA WEYO HEI YA WEYO
HEI YA WEYA WEYO HEI YA WEYO
HEI YA WEYA WEYO HEI YA WEYO
HEI YA WEYA WEYO HEI YA WEYO

AKU KAMU KITA MEMANG TAK SAMA
WARNA WARNI RAGAM SUKU BUDAYA
DI SELURUH PENJURU NUSANTARA
KITA SATU DALAM NAMA YESUS

HEI YA WEYA WEYO HEI YA WEYO
HEI YA WEYA WEYO HEI YA WEYO
HEI YA WEYA WEYO HEI YA WEYO
HEI YA WEYA WEYO HEI YA WEYO

AKU KAMU PUNYA TUGAS YANG SAMA
TEBARKAN KASIH SUKACITA ALLAH
DENGAN SEMANGAT 2D2K
DOA DERMA KURBAN DAN KESAKSIAN

JANGAN ADA RAGU, SIAP TUK DIUTUS
INILAH SEKAMI, KEUSKUPAN TANJUNG SELOR

REFREIN:
BERSUKALAH ... DALAM MELAYANI
WARTAKANLAH ... SUKACITA INJIL
DALAM PERBEDAAN DALAM KERAGAMAAN
SEKAMI SELALU JADI ...
JADI TERANG

HEI YA WEYA WEYO HEI YA WEYO
HEI YA WEYA WEYO HEI YA WEYO
HEI YA WEYA WEYO HEI YA WEYO
HEI YA WEYA WEYO HEI YA WEYO

BERSUKALAH ... DALAM MELAYANI
WARTAKANLAH ... SUKACITA INJIL
DALAM PERBEDAAN DALAM KERAGAMAAN
SEKAMI SELALU JADI ...
JADI TERANG
JADI TERANG ....
JADI TERANG
June 03, 2018

Kegiatan Pra JAMNAS Sekami 2018 dan Pembekalan Animator, Animatris dan Sekami Remaja Keuskupan Tanjung Selor

KTS-KKI: SEKAMI - Beberapa hari ini, tepatnya di Rumah Bina Emaus Keuskupan Tanjung Selor, Kalimantan Utara, dipenuhi oleh keceriaan anak-anak remaja dan animator animatris dari berbagai paroki di wilayah Keuskupan Tanjung Selor.


Tepatnya pada tanggal 30 Mei - 3 Juni 2018, dipandu oleh Sr. Gerarda, Bruder Sigit dan Kak Kory sekaligus sebagai animator dari Paroki Nunukan, diadakan pembekalan bagi Animator dan Animatris serta perwakilan remaja dari setiap paroki-paroki di wilayah Keuskupan Tanjung Selor. Paroki yang ikut terlibat adalah Paroki Katedral St. Maria Asumpta Tanjung Selor, Paroki St. Yosef Pekerja Juata Tarakan, Paroki St. Maria Imakulata Tarakan, Paroki Mensalong dan St. Gabriel Nunukan, Paroki St. Lukas Apokayan, Paroki Tanjung Redeb, Paroki St. Petrus Sungai Kayan dan Paroki St. Carolus Sekatak. Setiap Paroki tersebut mengirimkan 1 animator atau animatris dan 2 remaja (Kecuali Paroki St. Petrus Sungai Kayan yang mengirimkan 3 remaja tanpa animator/animatris dan paroki Katedral St. Maria Asumpta yang mengirimkan 1 animatris dan 3 remaja).



Kegiatan dibuka dengan perkenalan dari seluruh animator dan animatris serta remaja, diselingi dengan latihan gerak dan lagu. Acara hari pertama ditutup dengan doa Rosario Misioner.



Pada hari kedua, kegiatan diawali dengan Misa Pagi yang dipersembahkan oleh Vikjen KTS Alex Palino MSC, kemudian sarapan pagi dan outbond di bawah pengarahan dan bimbingan Bruder Sigit. 



Salah satu permainan yang paling seru bagi peserta dan juga sebagai permainan atau game terakhir adalah permainan Kolam Betesda, di mana para Remaja dan Animator animatris berjibaku mengisi air ke dalam pipa yang bolong-bolong. Di sini, semua peserta dituntut untuk saling bekerja sama dan saling memperkatikan kebutuhan satu dan yang lainnya. Kegiatan ditutup dengan sharing bersama dan dilanjutkan dengan GL dan evaluasi. Acara hari kedua ditutup dengan doa Rosario Misioner.



Kegiatan hari ke tiga antara lain Misa Pagi dipersembahkan oleh Pastor Libertus Suyono MSF, diskusi kelompok, sharing kitab suci dan kreasi seni di mana setiap kelompok menampilkan Yel Yel hasil diskusi kelompok. Selanjutnya kegiatan GL dan diakhiri dengan Jungle Survival. 



Hari ke empat diawali dengan Misa Pagi, dilanjutkan dengan sharing pengalaman terkait kegiatan Jungle Survival sebelumnya. Kegiatan di hari ini antara lain GL, pemantapan Yel Yel dan Theme Song, serta ditutup dengan ibadat Taize. Namun, sebelum ibadat Taize, pada pukul 17.00, semua peserta mendapatkan sapaan dari Yang Mulia Bapa Uskup Keuskupan Tanjung Selor yang baru saja terpilih, MGR Paulinus Yan Olla, MSF.



Kegiatan ditutup dengan Misa perutusan bersama Bapa Uskup dan farewell bagi semua peserta untuk kembali ke Paroki masing-masing. (JMalino)

Tuesday, May 15, 2018

May 15, 2018

Merajut Kebangsaan, Membendung Teroris di Bumi Kalimantan Utara

Merajut Kebangsaan, Membendung Teroris di Bumi Kalimantan Utara - Dengan semakin maraknya aksi terorisme yang menghantui Bangsa kita, Indonesia, seperti yang terjadi di bumi Surabaya, di mana terdapat 3 gereja yang menjadi sasaran bom bunuh diri serta Markas Kepolisian, maka hendaknya kita, sebagai bagian dari NKRI yang berada dalam Kebhinnekaan, terus mendorong ikatan persauradaan, merajut jiwa kebangsaan dan silatuhrahmi, sehingga bibit-bibit terorisme dapat kita cegah sedini mungkin.

Dan salah satu hal yang perlu dilakukan oleh para pemuka agama dan pemerintahan adalah saling sinergi membangun bangsa dengan terus menggalakkan persatuan dan kesatuan umat dan bangsa. Berikut ini adalah beberapa gambaran dari kegiatan "Merajut Kebangsaan, Membendung Teroris di Bumi Kalimantan Utara" bersama pemangku pemerintahan Provinsi Kalimantan Utara dan Tokoh Keagamaan dari Katolik yang langsung dihadiri oleh Uskup Baru Keuskupan Tanjung Selor, Mgr DR Paulinus Yan Olla, MSF.





Demikian beberapa foto yang sempat diabadikan selama kegiatan "Merajut Kebangsaan, Membendung Teroris di Bumi Kalimantan Utara" tersebut. 

Monday, May 14, 2018

May 14, 2018

Vesper Solemnis Menjelang Tahbisan Uskup Tanjung Selor Mgr. Paulinus Yan Olla, MSF

Salam sahabat KTS, beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 5 Mei 2018, dilaksanakan Pentahbisan Uskup Baru Keuskupan Tanjung Selor terpilih, Yaitu Mgr DR Paulinus Yan Olla, MSF. Berikut adalah salah satu rangkaian video foto yang diunggah ke laman Youtube oleh P Anggras Prijatno.
Demikian, video-video dan foto-foto lainnya akan kami sertakan pada artikel selanjutnya.

Monday, May 7, 2018

Tuesday, May 1, 2018

May 01, 2018

BERBAGAI NAMA UNTUK EKARISTI DAN MAKNANYA


Nama-nama untuk perayaan Ekaristi ini bervariasi. Ada yang ungkapkan inti makna Ekaristi, ada yang hanya ungkapkan salah satu aspek tambahan. Tetapi sekurang-kurangnya menyiratkan apa yang dilakukan Allah dan apa yang dialami umat beriman. Nama-nama itu adalah:
1. Ekaristi (Didache c.9-10.14) artinya syukur. Nama paling populer di Timur dan Barat. Pertama-tama adalah syukur Yesus Kristus. Kita ambil bagian dalam syukur pujianNya. Dengan demikian menjadi jelas bahwa perayaan ini adalah perayaan syukur-pujian kepada Allah karena karya-karya agung untuk menyelamatkan manusia yang dilaksanakan oleh Yesus Kristus. Perayaan Ekaristi bukanlah pertama-tama kesempatan untuk memohon, meminta atau mendesak Allah agar sesegera mungkin memenuhi keinginan kita. Kita tidak dilarang untuk memohon apa saja dalam perayaan Ekaristi, tetapi yang pertama dan terutama adalah menyampaikan pujian-kemuliaan dan syukur kepada Allah atas segala anugerah kebaikan-Nya.
2. Perjamuan Tuhan (I Kor 11:19). Adalah perayaan Tuhan kita , yang dalamnya Tuhan memberi diriNya (Tubuh dan Darah-Nya) sebagai makna dan minuman untuk hidup kita. Kita ambil bagian aktif dalam perjamuan ini sebagai murid yang setia meski punya kelemahan, dengan memakai pakaian pesta (hati yang iklas) dan bukan sebagai pengkianat seperti Yudas ataupun tanpa pakaian pesta.
3. Oblatio = Sacrificium (Latin) = Kurbons (Syria) = Prophora (Yunani): persembahan, kurban, pemberian, penyerahan sebagian dari hasil karya sebagai tanda pemberian diri. Ekaristi merupakan perayaan penyerahan diri Tuhan, persembahan-kurban seluruh diri-Nya yang dalamnya umat beriman ambil bagian atau menyatukan persembahan diri dan karyanya.
4. Pemecahan Roti (Kis 2:42; I Kor 10:17). Ekaristi adalah satu kegiatan memberi dan menerima, saling membagi, solider demi persatuan. Kita mencontoh tindakan Yesus untuk memecah-mecahkan roti dan membagi-bagikannya kepada lebih banyak orang lain. Kegiatan ini dilestarikan dengan ritus pemecahan roti sebelum komuni. Baik sekali bila pemecahan ini dibuat sedemikian rupa sehingga dapat disaksikan oleh seluruh umat untuk lebih menyadari maknanya. Sangat tepat juga bila potongan-potongan hosti kudus itu dibagikan kepada lebih banyak orang untuk disantap dan tidak dimakan sendiri oleh imam. Untuk dipecah-pecahkan kalau tidak dibagi-bagi kepada lebih banyak orang.
5. Dominicum (mulanya dipakai di Afrika Utara dan kemudian di Roma). Artinya hari Minggu, hari Tuhan yang juga berarti hari perayaan Ekaristi. Hari Minggu lalu disamakan dengan perayaan Ekaristi. Nama ini menyatakan bahwa Ekaristi adalah kenangan akan peristiwa Paskah: kematian dan kebangkitan Tuhan.
6. Anafora (Yunani) berarti Doa Syukur. Gereja Timur menggunakan istilah ini juga untuk Ekaristi. Namun ini mengingatkan bagian inti dari perayaan Ekaristi yaitu Doa Syukur Agung yang adalah Doa Syukur Agung dari Yesus Kristus, sebagai kepala Gereja (umat beriman)
7. Collecta (Afrika) = Synaxis (Yunani dan Gereja Barat lain) berarti pertemuan suci, persekutuan kudus. Bukan satu pertemuan biasa antara manusia. Tuhan yang kudus hadir dan menguduskan serta mempersatukan.
8. Misa (Barat) mengingatkan kita akan seruan pengutusan pada akhir perayaan ekaristi: ite missa est yang berarti pergilah anda diutus. Dengan seruan ini kita menerima tugas sebagai orang utusan atau misionaris untuk memberi kesaksian di tengah dunia. Istilah ini mengingatkan kita akan inti ritus penutup yaitu Tuhan mengutus kita untuk memberi kesaksian.
Pemakaian pelbagai nama untuk Ekaristi memperlihatkan bahwa hakikat dari perayaan Ekaristi sebetulnya amat dalam dan sarat makna. Setiap nama dapat mengungkapkan sebagian dari misteri Ekaristi atau menekankan salah satu aspeknya, namun tak dapat mencakup seluruh hakikatnya.
Dari nama-nama itu kita temukan beberapa ungkapan kunci yang memperlihatkan makna Ekaristi:
· Ekaristi adalah perayaan keselamatan yang dilaksanakan oleh Allah Tritunggal Mahakudus. Umat beriman sebagai satu persekutuan mengambil bagian dalamnya.
· Ekaristi adalah satu perayaan sharing hidup, pemecahan roti, persembahan, syukur-pujian kepada Allah
· Ekaristi adalah kenangan peristiwa Paska demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan manusia.
· Dalam Ekaristi persekutuan beriman mengalami kekudusan Allah dan partisipasi mereka di dalam kekudusan Alalh tidak hanya dialami dalam perayaan tetapi diteruskan dalam hidup.
Jadi Ekaristi pertama-tama adalah karya atau tindakan Tuhan. Tuhanlah yang membuat perjamuan bersama Rasul-rasul-Nya dan bersama kita (bukan perjamuan manusia), Dialah yang mempersembahkan diri-Nya untuk keselamatan manusia, Dia pula yang mengucapkan syukur kepada Bapa, Dialah yang memecahkan roti agar dibagi-bagi kepada yang lain. Dialah yang menderita, mati, lalu bangkit lagi untuk memberi kita hidup. Dialah yang mempersatukan dan menguduskan. Dia pula yang mengutus umat beriman untuk memberi kesaksian. Dan kita umat berima mengambil bagian dalam karya agung Tuhan itu.


Sunday, March 25, 2018

March 25, 2018

Mgr. Paulinus Yan Olla MSF, Uskup Baru Keuskupan Tanjung Selor

Mgr. Paulinus Yan Olla MSF, Uskup Baru Keuskupan Tanjung Selor - Dan berikut adalah profil singkat beliau (masih akan direvisi). Seperti diketahui bahwa Paus Fransiskus telah menunjuk Mgr Paulinus Yan Olla MSF menjadi uskup baru Keuskupan Tanjung Selor. Pengumuman penunjukan Mgr Paulinus Yan Olla MSF diumumkan langsung oleh Uskup Malang, Mgr Henricus Pidyarto Gunawan O.Carm di Malang, Jawa Timur, pada 22 Februari 2018.


Profil lengkap Mgr Paulinus Yan Olla MSF

USKUP TANJUNG SELOR:
 MGR. DR. PAULINUS YAN OLLA, MSF
Tempat dan tanggal lahir
Seoam, Eban, Timor 22 Juni 1963
Tahbisan Imam
28 Agustus 1992
Pemilihan menjadi Uskup
22 Februari 2018
Tahbisan Uskup
05 Mei 2018
Alamat
Jl. Jelarai RT 21 RW 7, PO. Box 01,Tanjung Selor, Bulungan 77212, Kalimantan Utara.
 Telpon
(0552) 21301, 2024501
 Faks
(0552) 22568
Email


Pendidikan

  • SMP Xaverius Putri Kefamenanu, TTU, 1976- Juli 1979.
  • Seminari Lalian St Immaculata Lalian, Atambua, September 1979-Juni 1983.
  • Novisiat MSF di Salatiga tahun 1983– 1984.
  • Studi Filsafat dan Teologi di Kentungan Yogyakarta tahun 1984-1994.
  • Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Paroki Putain, Keuskupan Agung Kupang tahun 1987-1988.
  • Ditahbiskan sebagai imam di Yogyakarta tahun 1992.
  • Studi Licensiat di Program Pascasarjana Universitas Sanata Dharma (Kentungan) tahun 1994.
  • Direktur Seminari Don Bosco Samarinda, Kalimantan Timur sebagai, 1995-1997.
  • Bertugas di Paroki dan Postulan MSF Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 1997-2000.
  • S-3 Teologi Spiritual di Istituto di Spiritualit√† Teresianum, Roma, Italia, tahun 2004
  • Tugas
  • Menjabat Asisten Jenderal Kongregasi MSF di Roma, 2001-2007.
  • Asisten Jenderal merangkap Sekretaris Jenderal Kongregasi MSF, 2007-2013.
  • Meraih gelar Doktor Teologi Spiritual dari Pontificio Istituto di Spiritualit√† Teresianum Roma, 2004.
  • Saat terpilih menjadi Uskup Tanjung Selor, Mgr Yan Olla MSF menjabat Rektor Teologan MSF di Malang.

Demikian yang dapat kami rangkum, kedepannya akan disesuaikan apabila terjadi kekeliruan dalam pendataan profil beliau.