Sunday, April 3, 2011

Pelok A uyung Katolik ( temu Kaum muda Katolik )

1. Pelok A uyung Katolik ( temu Kaum muda Katolik )
 
Salah satu  rekomendasi  Kongregasi OMI untuk para imam Oblat adalah perhatian secara serius pelayanan kepada kaum muda. Memang betul bahwa kaum muda perlu perhatian yang serius pada saat ini. Oleh karena itu pada pertemuan kaum muda di wilayah hulu paroki pulau sapi mengambil tema “ Uripku Nah Urip Wo Fi’ Tiu’ ( hidupku adalah hidup yang berharga ). Stasi Seturan mendapat kehormatan menjadi tuan rumah dalam pertemuan ini. Menjadi tuan rumah adalah kesempatan emas bagi sebuah stasi untuk semakin mempererat kerjasama dan kekeluargaan dalam stasi. Kaum muda stasi berbaur dengan orang tua membuat persiapan-persiapan pertemuan. Mereka mencari pasir untuk dijual sebagai usaha menggalang dana. Mereka mencari kayu bakar dan sayur-sayuran supaya menghemat biaya. Mereka sungguh menemukan arti dari persaudaraan. Pertemuan akhirnya berjalan dengan baik pada tanggal  25 – 28 Juni 2010. Pertemuan ini dihadiri 83 anak dari 7 stasi yaitu: Seturan, Sungai Uli, Langap, Sengayan, Pelancau, Adiu dan Gong Solok. Ada dua stasi yang tidak mengnirimkan kaum mudanya yaitu Long Rat dan Lio Mutai.  Banyak materi yang disampaikan baik itu melalui pertemuan di ruangan maupun melalui permainan-permainan. Melalui materi-materi tersebut kaum muda di ajak menyadari betapa berharganya hidup mereka. Oleh karena itu mereka mau mengisi hidup mereka dengan hal-hal yang bernilai. Akhirnya pertemuan ini diakhiri dengan pentas seni. Kaum muda dari masing-masing stasi menampilkan budaya antara lain, tarian, lagu, drama dan lain-lain. Pada akhirnya mereka mau membuat pertemuan lagi di Stasi Sengayan dan Gong solok. Sampai bertemu di pertemuan berikutnya. Terima kasih untuk stasi Sengayan.

2. Pemberkatan Gua Maria

Ada sebuah kerinduan yang terpendam lama di hati P. Natalino Omi supaya paroki mempunyai sebuah tempat untuk menghormati bunda Maria yaitu sebuah Gua Maria. Maka kerinduan itu terobati ketika dia menyelesaikan pembangunan gua maria. Oleh karena itu di adakan serangkaian acara dari tanggal 28-29 Agustus dalam rangka pemberkatan Gua Maria. Acara ini dihadiri oleh P. A. Rajabana OMI sebagai Vikjen Keuskupan dan Superior OMI distrik Tarakan. Banyak umat khususnya anggota DPP paroki yang hadir dalam acara tersebut. Acara dimulai dengan pembekalan para anggota DPP paroki yang diberikan Oleh P. Bono OMI. Pada hari minggu dilanjutkan dengan acara pemberkatan Gua Maria secara sederhana tetapi meriah. Akhirnya acara ditutup dengan makan siang bersama dengan penuh kegembiraan. Terobati sudah kerinduan P. Natalino OMI.

3. Pembekalan pengurus-pengurus Stasi Wilayah Hulu

Salah satu keprihatinan Negara Indonesia adalah Korupsi yang telah mengakar dan menjamur ke mana-mana, seperti penyakit panu yang menghiasi seluruh tubuh dari kepala sampai ke kaki, dari pusat sampai ke daerah. Masalah penggunaan uang yang tidak semestinya terjadi dimana-mana.  Hal ini juga menjadi keprihatinan Gereja Katholik. Oleh karena itu untuk menciptakan budaya jujur dan transparan harus dimulai dari diri sendiri. Untuk menciptakan budaya tersebut maka Wilayah Hulu paroki Pulau sapi mengadakan pembekalan mengenai pengelolaan keuangan di stasi. Keuangan stasi yang tidak jelas, menguap telah membuat umat tidak bersemangat dan membuat perpecahan dalam stasi. Dalam pembekalan yang diadakan dari 11 -13 September 2010 ini para pengurus stasi diajak untuk mempunyai jiwa sebagai pelayan yang melayani tanpa pamrih artinya tidak mencari keuntungan diri. Melayani dengan penuh kerendahan hati dan kejujuran sehingga umat akan percaya kepada para pemimpinnya.selain itu mereka juga disadarkan akan tanggung jawab mereka terhadap kehidupan pastor dan katekis.  Akhirnya kursus ini diakhiri dengan pelatihan menggunakan buku keuangan. Mereka dilatih cara mencatat keuangan yang masuk maupun keluar dalam stasi. Pelatihan singkat yang dihadiri 4 Stasi (tiga stasi tidak hadir) akhirnya ditutup dengan perayaan Ekaristi bersama. Selat berkarya bagi para pengurus stasi.

4. Pelatihan Pembina Iman anak

Di sebuah stasi yang banyak anak kecil, saya bertanya kepada kepala desa “ apa tujuan hidup berkeluarga?”. Dia menjawab,” tujuan hidup keluarga adalah supaya kami beranak banyak sehingga bisa memenuhi desa ini dengan anak-anak”. Itulah jawaban yang jujur dan polos. Berdasarkan jawaban ini perlu diingatkan bahwa mereka mempunyai tugas untuk mendidik anak-anak mereka. Gereja juga mempunyai komitmen untu membentuk iman anak-anak katholik. Oleh karena itu Paroki Pulau Sapi mengadakan pelatihan bagi para pendamping PIA dan PAUD. Pelatihan ini diadakan di pusat paroki Pulau Sapi pada tanggal 11-15 Oktober 2010. Pelatihan ini didampingin dan dipandu oleh SR. Jeanne SCMJ sebagai DIRDIOS KKI Keuskupan Tanjung Selor dan Pator IIe MSF sebagai DIRDIOS PAUD KEuskupan Tanjung Selor. Para peserta yang terdiri dari 15 stasi ini sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Dalam perjalanan pulang ke hulu para peserta dari hulu bernyanyi terus dalam mobil sampai mulai mabok satu persatu. Perjalan yang jauh dan melelahkan tidak membuat mereka  menyerah. Selamat berkarya saudara-saudariku. Tuhan memberkati Bunda Maria Melindungi. 

No comments:

Post a Comment