Wednesday, December 15, 2010

Pertemuan Komunikasi Sosial Gereja di Asia




Federasi Konferensi-koferensi Uskup Asia: Kator Komunikasi Sosial sudah menyelenggarakan rapat tahunan di St. Kamillus Pastoral Center, Bangkok, Thailand, dari 15-20 November 2010. Para pesertanya adalah para uskup Komunikasi Sosial, beberapa sekretaris Komsos, wakil SIGNIS dan Radio Veritas Asia. Rapat ini juga mendapat kehormatan dengan hadirnya sekretaris Dewan Kepausan untuk Komunikasi Sosial, Mons. Paul Tighe. Rapat ini mengambil tema: “Pembinaan Komunikasi dalam Pelayanan Imami:. Tema ini tentu saja terkait dengan ajakan Sri Paus dalam Hari Minggu Komunikasi Sosial Sedunia 2010. Rapat tahunan kantor Komunikasi Sosial se-Asia ini sudah berlangsung dalam suasana persaudaraan dan persahabatan.

Komunikasi Pastoral
Pendidikan dan bina komunikasi sosial memegang peran penting dalam karya pastoral. Gereja yang mendapat perutusan evangelisasi wajib membangun komunikasi yang efektif agar nilai-nilai Injil masuk ke dalam hati umat beriman.
Kemandegan dalam komunikasi tentu saja mempengaruhi karya pastoral dalam menghadirkan Yesus sebagai komunikator unggul kebaikan Bapa-Nya bagi umat manusia. Olehnya, seharusnya semua pewarta Injil memiliki kemampuan komunikatif agar evagelisasi terlaksana dengan baik.

Pendidikan Komunikasi Sosial
Kehadiran perangkat komunikasi Sosial dalam Gereja sering tidak dipandang utama, khususnya dalam pendidikan para calon pewarta, sehingga pewartaan iman tidak terlaksana dengan baik. Banyak juga keluhan yang muncul dari umat beriman karena pastornya tidak mampu berkotbah dan berkatekese dengan efektif dan baik.
                Karena itu, amat penting bahwa komunikasi para Uskup memberikan perhatian pada manfaat komunikasi modern, khususnya dalam pendidikan para calon imam. Perlu bina komunikasi dalam bina hidup imam.

Personalia Komunikasi Sosial FABC
Pater Franz Eiler, SVD sudah mengakhiri pengabdian dalam kantor Komunikasi Sosial FABC dan digantikan oleh RD. Raymond Ambroise dari India. Ketua Komunikasi Sosial FABC beralih dari Uskup Lawrence Saldanha dari Pakistan kepada Uskup Chacko Thottumarickal dari India. Sedangkan para Uskup anggota ditambah dengan Yosep Prathan Sridarunsil, Thailand, Uskup Petrus Turang , Indonesia, Uskup Cornelius Sim dari Brunai, serta Uskup John dari Taiwan. Terima kasih atas semua pengabdian.

Tanggunjawab serta Spritualitas Komunikasi Sosial
Semua pembicara dalam rapat menekankan pentingnya kehadiran Komunikasi Sosial dalam pelayanan Gereja. Para imam dan calon imam perlu mendapatkan pembinaan yang memadahi dalam hal komunikasi sosial. Penggunaan media komunikasi modern dalam pewartaan Gereja tidak terlepas dari tanggungjawab Gereja untuk evangelisasi. Yang utama adalah bagaimana mengembangkan spiritualitas yang efektif dala hal sarana komunikasi agar kehadiran serta pemakaiannya menjadi berkat dalam evangelisasi Gereja kita. Para Uskup, imam, calon imam hidup bakti dan katekis perlu sadar  komunikasi sosial.

Komunikasi Sosial: manfaat serta tantangan
Sharing pengalaman dalam hal komunikasi sosial sudah menghadirkan kekayaan perhatian serta pemikiran dalam mengembankan makna dan manfaatnya dalam karya pastoral. Dalam kelemahan serta keterbatasannya, kehadiran serta perhatian Gereja akan komunikasi sosial semakin terungkap dalam karya evangelisasi. Dalam menghadapi pelbagai tantangan, Gereja berpegang pada daya Roh Kudus yang menarik seluruh umat untuk memanfaatkan hasil karya manusia dalam bidang komunikasi sosial.

Pertimbangan Kristiani
Kristus adalah komunikator ulung. Kristus hadir dalam pergumulan hidup manusia. Kristus mampu membangun komunikasi yang tanggap atas keprihatinan manusia. Nyatanya, Yesus menggembirakan hidup manusia karena Dialah jalan, kebenaran, hidup. Gereja kita wajib meneladani Yesus dalam membangun komunikasi yang berhasil dalam cinta kasih. Hasilnya, persaudaraan dan persahabatan.

Pengharapana Bersama
Kantor Komunikasi Sosial FABC hadir untuk menjadi manfaat bagi karya evangelisasi konferensi Uskup-uskup di Asia. Kerjasama atas dasar iman dengan sikap solidaritas pasti mampu mendorong para Uskup Asia untuk mengarus-utamakan peran komunikasi sosial dalam karya pastoral. Oleh karena itu, diharapkan bahwa perhatian  pelayanan komunikatif semakin tumbuh dan berkembang dalam Gereja di Asia. Pendidikan dan pembinaan media komunikasi bagi para pelayan gerejawi amatlah penting. Kerjasama dalam pendidikan media kiranya masuk ke dalam perencanaan pastoral keuskupan-keuskupan di Asia agar evangelisasi semakin merasuki hati umat beriman dalam membangkitkan serta menggerakkan mutu hidup kristiani di Asia.

No comments:

Post a Comment