Tuesday, May 15, 2018

May 15, 2018

Merajut Kebangsaan, Membendung Teroris di Bumi Kalimantan Utara

Merajut Kebangsaan, Membendung Teroris di Bumi Kalimantan Utara - Dengan semakin maraknya aksi terorisme yang menghantui Bangsa kita, Indonesia, seperti yang terjadi di bumi Surabaya, di mana terdapat 3 gereja yang menjadi sasaran bom bunuh diri serta Markas Kepolisian, maka hendaknya kita, sebagai bagian dari NKRI yang berada dalam Kebhinnekaan, terus mendorong ikatan persauradaan, merajut jiwa kebangsaan dan silatuhrahmi, sehingga bibit-bibit terorisme dapat kita cegah sedini mungkin.

Dan salah satu hal yang perlu dilakukan oleh para pemuka agama dan pemerintahan adalah saling sinergi membangun bangsa dengan terus menggalakkan persatuan dan kesatuan umat dan bangsa. Berikut ini adalah beberapa gambaran dari kegiatan "Merajut Kebangsaan, Membendung Teroris di Bumi Kalimantan Utara" bersama pemangku pemerintahan Provinsi Kalimantan Utara dan Tokoh Keagamaan dari Katolik yang langsung dihadiri oleh Uskup Baru Keuskupan Tanjung Selor, Mgr DR Paulinus Yan Olla, MSF.





Demikian beberapa foto yang sempat diabadikan selama kegiatan "Merajut Kebangsaan, Membendung Teroris di Bumi Kalimantan Utara" tersebut. 

Monday, May 14, 2018

May 14, 2018

Vesper Solemnis Menjelang Tahbisan Uskup Tanjung Selor Mgr. Paulinus Yan Olla, MSF

Salam sahabat KTS, beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 5 Mei 2018, dilaksanakan Pentahbisan Uskup Baru Keuskupan Tanjung Selor terpilih, Yaitu Mgr DR Paulinus Yan Olla, MSF. Berikut adalah salah satu rangkaian video foto yang diunggah ke laman Youtube oleh P Anggras Prijatno.
Demikian, video-video dan foto-foto lainnya akan kami sertakan pada artikel selanjutnya.

Monday, May 7, 2018

Tuesday, May 1, 2018

May 01, 2018

BERBAGAI NAMA UNTUK EKARISTI DAN MAKNANYA


Nama-nama untuk perayaan Ekaristi ini bervariasi. Ada yang ungkapkan inti makna Ekaristi, ada yang hanya ungkapkan salah satu aspek tambahan. Tetapi sekurang-kurangnya menyiratkan apa yang dilakukan Allah dan apa yang dialami umat beriman. Nama-nama itu adalah:
1. Ekaristi (Didache c.9-10.14) artinya syukur. Nama paling populer di Timur dan Barat. Pertama-tama adalah syukur Yesus Kristus. Kita ambil bagian dalam syukur pujianNya. Dengan demikian menjadi jelas bahwa perayaan ini adalah perayaan syukur-pujian kepada Allah karena karya-karya agung untuk menyelamatkan manusia yang dilaksanakan oleh Yesus Kristus. Perayaan Ekaristi bukanlah pertama-tama kesempatan untuk memohon, meminta atau mendesak Allah agar sesegera mungkin memenuhi keinginan kita. Kita tidak dilarang untuk memohon apa saja dalam perayaan Ekaristi, tetapi yang pertama dan terutama adalah menyampaikan pujian-kemuliaan dan syukur kepada Allah atas segala anugerah kebaikan-Nya.
2. Perjamuan Tuhan (I Kor 11:19). Adalah perayaan Tuhan kita , yang dalamnya Tuhan memberi diriNya (Tubuh dan Darah-Nya) sebagai makna dan minuman untuk hidup kita. Kita ambil bagian aktif dalam perjamuan ini sebagai murid yang setia meski punya kelemahan, dengan memakai pakaian pesta (hati yang iklas) dan bukan sebagai pengkianat seperti Yudas ataupun tanpa pakaian pesta.
3. Oblatio = Sacrificium (Latin) = Kurbons (Syria) = Prophora (Yunani): persembahan, kurban, pemberian, penyerahan sebagian dari hasil karya sebagai tanda pemberian diri. Ekaristi merupakan perayaan penyerahan diri Tuhan, persembahan-kurban seluruh diri-Nya yang dalamnya umat beriman ambil bagian atau menyatukan persembahan diri dan karyanya.
4. Pemecahan Roti (Kis 2:42; I Kor 10:17). Ekaristi adalah satu kegiatan memberi dan menerima, saling membagi, solider demi persatuan. Kita mencontoh tindakan Yesus untuk memecah-mecahkan roti dan membagi-bagikannya kepada lebih banyak orang lain. Kegiatan ini dilestarikan dengan ritus pemecahan roti sebelum komuni. Baik sekali bila pemecahan ini dibuat sedemikian rupa sehingga dapat disaksikan oleh seluruh umat untuk lebih menyadari maknanya. Sangat tepat juga bila potongan-potongan hosti kudus itu dibagikan kepada lebih banyak orang untuk disantap dan tidak dimakan sendiri oleh imam. Untuk dipecah-pecahkan kalau tidak dibagi-bagi kepada lebih banyak orang.
5. Dominicum (mulanya dipakai di Afrika Utara dan kemudian di Roma). Artinya hari Minggu, hari Tuhan yang juga berarti hari perayaan Ekaristi. Hari Minggu lalu disamakan dengan perayaan Ekaristi. Nama ini menyatakan bahwa Ekaristi adalah kenangan akan peristiwa Paskah: kematian dan kebangkitan Tuhan.
6. Anafora (Yunani) berarti Doa Syukur. Gereja Timur menggunakan istilah ini juga untuk Ekaristi. Namun ini mengingatkan bagian inti dari perayaan Ekaristi yaitu Doa Syukur Agung yang adalah Doa Syukur Agung dari Yesus Kristus, sebagai kepala Gereja (umat beriman)
7. Collecta (Afrika) = Synaxis (Yunani dan Gereja Barat lain) berarti pertemuan suci, persekutuan kudus. Bukan satu pertemuan biasa antara manusia. Tuhan yang kudus hadir dan menguduskan serta mempersatukan.
8. Misa (Barat) mengingatkan kita akan seruan pengutusan pada akhir perayaan ekaristi: ite missa est yang berarti pergilah anda diutus. Dengan seruan ini kita menerima tugas sebagai orang utusan atau misionaris untuk memberi kesaksian di tengah dunia. Istilah ini mengingatkan kita akan inti ritus penutup yaitu Tuhan mengutus kita untuk memberi kesaksian.
Pemakaian pelbagai nama untuk Ekaristi memperlihatkan bahwa hakikat dari perayaan Ekaristi sebetulnya amat dalam dan sarat makna. Setiap nama dapat mengungkapkan sebagian dari misteri Ekaristi atau menekankan salah satu aspeknya, namun tak dapat mencakup seluruh hakikatnya.
Dari nama-nama itu kita temukan beberapa ungkapan kunci yang memperlihatkan makna Ekaristi:
· Ekaristi adalah perayaan keselamatan yang dilaksanakan oleh Allah Tritunggal Mahakudus. Umat beriman sebagai satu persekutuan mengambil bagian dalamnya.
· Ekaristi adalah satu perayaan sharing hidup, pemecahan roti, persembahan, syukur-pujian kepada Allah
· Ekaristi adalah kenangan peristiwa Paska demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan manusia.
· Dalam Ekaristi persekutuan beriman mengalami kekudusan Allah dan partisipasi mereka di dalam kekudusan Alalh tidak hanya dialami dalam perayaan tetapi diteruskan dalam hidup.
Jadi Ekaristi pertama-tama adalah karya atau tindakan Tuhan. Tuhanlah yang membuat perjamuan bersama Rasul-rasul-Nya dan bersama kita (bukan perjamuan manusia), Dialah yang mempersembahkan diri-Nya untuk keselamatan manusia, Dia pula yang mengucapkan syukur kepada Bapa, Dialah yang memecahkan roti agar dibagi-bagi kepada yang lain. Dialah yang menderita, mati, lalu bangkit lagi untuk memberi kita hidup. Dialah yang mempersatukan dan menguduskan. Dia pula yang mengutus umat beriman untuk memberi kesaksian. Dan kita umat berima mengambil bagian dalam karya agung Tuhan itu.